Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

INOVASI TEKNOLOGI DOUBLE TRACK MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PROGRAM TJPS

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Uncategorized > INOVASI TEKNOLOGI DOUBLE TRACK MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PROGRAM TJPS

Tujuan diluncurkannya Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah untuk meningkatkan produksi tanaman jagung, populasi ternak sapi dan kesejahteraan petani berserta keluarganya. Untuk mencapai tujuan tersebut tergantung pada kemapuan penyediaan dan penerapan teknologi budidaya. Khusus untuk Program TJPS teknologi budidaya yang ditonjolkan adalah penanaman dengan teknologi Double Track dimana jarak tanam yang diterapkan adalah 40 Cm x (20 Cm x 40 Cm) x 90 Cm.

Penanaman dilakukan 1 biji per lubang tanam. Varietas jagung yang digunakan adalah Jagung Komposit Varietas Unggul Baru (VUB) jenis Lamuru dengan kemapuan produksi bisa mencapai 6-7 ton/ha dan toleran terhadap kekeringan. Disamping itu rekomendasi pupuk untuk Program TJPS yaitu Urea sebanyak 100 – 150 Kg dan Phonska sebanyak 100 Kg. Pemberian pupuk dilakukan 2 kali yaitu 50 % pada hari ke tujuh setelah tanam dan 50 % pada hari ke 35 – 40 setelah tanam. Pengairan dilakukan secara berkala pada 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 30 hari, 40 hari, 50 hari, 60 hari, 70 hari dan 80 hari tergantung jenis tanah.

Keunggulan Teknologi Double Track adalah dapat meningkatkan populasi tanaman jagung dari yang biasa sekitar 66.666 batang jagung saja per ha maka, Double Track bisa mencapai 77.000 batang jagung per ha. Peningkatan populasi dibandingkan dengan sistim biasa sebesar 10.333 atau 13,42 %. Dengan demikian maka untuk Program TJPS penerapan Teknologi Double Track diwajibkan bagi setiap petani yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Untuk mempersiapkan Tenaga Pendamping Lapangan yang siap maka, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan Kegiatan Pelatihan bagi Pendamping Lapangan TJPS’10 di kupang yang diikuti oleh peserta sebanyak 33 orang dari zona Timor dan Rote Ndao. Para Pendamping Lapangan dibekali dengan berbagai pengetahuan dari Tim Ahli guna memperkuat pengetahuan, Keterampilan dan Sikap sebelum terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi para petani. Materi yang diperoleh selama Pelatihan adalah (1) Kebijakan Pengembangan Jagung dan Sapi di NTT, (2) Konsep dan Manajemen TJPS Menuju IFS di NTT, (3) TJPS Menuju IFS dan Implementasinya di NTT, (4) Teknis Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Jagung TJPS, (5) Teknis Budidaya Ternak Sapi TJPS, (6) Pakan Inovatif Berbasis by Product Jagung, (7) Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menuju IFS, (8) Lesson Learned Implementasi TJPS di 7 Kabupaten, (9) Keragaan Usaha Tani TJPS, (10) Perspektif Pembangunan Pertanian dalam Sosiologi Orang NTT, (11) Model Pemasaran TJPS, (12) Tata Kerja Penyuluh dan Pendamping serta Poktan TJPS, (13) Teknis CP/CL, Pengumpulan Data Teknis dan Non-Teknis Program TJPS dan (14) Evaluasi Kinerja Pendamping TJPS.

Selain teori seperti diatas para pendamping juga melakukan kunjungan lapangan dalam rangka melihat secara langsung Demonstrasi penerapan Teknologi Double Track di lahan BPP Kupang Timur Kabupaten Kupang. Pendamping juga dibawa ke Poktan Fajar Pagi untuk melihat kegiatan Desentralisasi Produksi Benih Sumber (Jagung Srikandi Kuning) yang merupakan jagung komposit Varietas Unggul Baru produksi Balitbang.
Dengan dilatihnya para Pendamping Lapangan maka Program TJPS diharapkan dapat memberikan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di tengah masyarakat baik sebagai cadangan pangan maupun untuk pemenuhan kebutuhan industri pengolahan pakan sesuai kebutuhan.

Oleh : Jose De A. Freitas, S.Pt (Penyuluh Pertanian Madya Distan KP Prov. NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion