Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Gelar Teknologi Pertanian Mendukung Program TJPS

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Berita Terbaru > Gelar Teknologi Pertanian Mendukung Program TJPS

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah salah satu Program Unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi motor penggerak pelaksanaan Program dimaksud. Namun demikian dalam pelaksanaannya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tidak didukung oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta Tim Ahli yang berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dan Akademisi dari Undana
Sebagai bentuk dukungan dari semua komponen Pemerintah Provinsi maka, pada hari selasa 21 Juli 2020 bertempat di lahan usaha samping Rumah Jabatan Gubernur Jalan Eltari Kupang dilakukan penanaman beberapa varietas jagung hibrida dalam Program Gelar Teknologi Pertanian kerjasama Biro Umum dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang didukung oleh 6 Perusahaan produsen benih yaitu PT. Sangkara Putra Pertiwi, PT. Bisi, PT. Benih Bintang Asia, PT. Pioner, PT. Sigenta dan Pupuk Jitu.
Penanaman diawali dengan tanam simbolis oleh Kepala Biro Umum dan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTT dan dilanjutkan oleh para mahasiswa praktek dari Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang sebanyak 50 orang didampingi Dosen Pembina dan para karyawan dari Biro Umum Setda Provinsi NTT.
Teknologi yang diterapkan adalah Penanaman sistim Double Track, Penggunaan Benih unggul bersertifikat dan Pemupukan berimbang dan tepat guna. Penerapan teknologi ini didampingi oleh teman-teman penyuluh pertanian Provinsi NTT dan diharapkan dapat meningkatkan populasi tanaman jagung yang akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi.
Pada kesempatan ini PT. Sangkara Putra Pertiwi menanam 3 varietas yaitu Nasa 29, JH 21 dan HJ 31. Sedangkan PT. Pioner dan PT. Benih Bintang Asia baru menyiapkan lahan untuk penanaman beberapa varietas di plot percontohannya masing-masing. Sementara itu Pupuk Jitu langsung mengaplikasikan pemupukan dasar berupa pupuk hayati JITU’17 Bio Fertilizer pada saat penanaman berlangsung. Manfaat dari pemberian pupuk dasar JITU’17 Bio Fertilizer adalah Meningkatkan fiksasi nitrogen bebas (N), Melarutkan Phospat (P), Melarutkan Kalium (K), Mengefektifkan proses penyerapan nutrisi tanah, Memperbaiki kesuburan tanah secara fisik, kimia dan biologi tanah, Meningkatkan daya serap tanah terhadap air, Meningkatkan pertumbuhan anakan, bunga dan buah atau umbi, meningkatkan daya tahan tanaman dari hama dan penyakit serta menghasilkan produk yang sehat dan ramah lingkungan.
Setelah dilakukan penanam simbolis, Kepala Biro umum berpesan agar semua komponen yang terlibat dalam kegiatan ini agar serius dalam bekerja sehingga dapat memberikan hasil yang memuaskan. Sedangkan Kabid Tanaman Pangan Hortikultura menekankan pada pemeliharaan dan pengamatan secara berkala terhadap pengairan, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) serta pengendalian apabila diperlukan.
Penanaman akan dilanjutkan pada hari berikutnya oleh perusahan yang belum dibantu para mahasiswa dan karyawan dari Biro Umum dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sampai lokasi yang disiapkan tertanami habis sesuai rencana

Oleh : Jose De A. Freitas, S.Pt (Penyuluh Pertanian Madya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion