Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Gerakan Penanaman Jagung Program TJPS MT II Tahun 2020

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Uncategorized > Gerakan Penanaman Jagung Program TJPS MT II Tahun 2020

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah Program Unggulan Pemerintah Provinsi NTT dengan tujuan untuk meningkatkan produksi tanaman jagung, populasi ternak sapi dan kesejahteraan petani berserta keluarganya. Pada MT II ini Pemerintah provinsi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menargetkan penanaman seluas 10.000 hektar. Untuk merealisasikan target tersebut maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melakukan gerakan penanaman bersama para pegawai Dinas Pertanian Kabupaten TTS berserta para Pendamping Lapangan Program TJPS di Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Gerakan ini melibatkan pegawai dari Provinsi sebanyak 110 orang yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas (Ir. Miqdonth S. Abola, M.Si), Tim Ahli sebanyak 8 orang, pegawai dari kabupaten sebanyak 60 orang dan Pendamping Program TJPS sebanyak 10 orang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian sehingga total seluruhnya sebanyak 188 orang.
Penanaman dilakukan di areal persawahan Bena dengan menggunakan teknologi Double Track dimana jarak tanam yang diterapkan adalah 40 Cm x (20 Cm x 40 Cm) x 90 Cm. Penanaman dilakukan 1 biji per lubang tanam. Varietas jagung yang digunakan adalah Jagung Hibrida Bisi. Disamping itu rekomendasi pupuk untuk Program TJPS yaitu Urea sebanyak 100 – 150 Kg dan Phonska sebanyak 100 Kg. Pemberian pupuk dilakukan 2 kali yaitu 50 % pada hari ke tujuh setelah tanam dan 50 % pada hari ke 35 – 40 setelah tanam. Pengairan dilakukan secara berkala pada 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 30 hari, 40 hari, 50 hari, 60 hari, 70 hari dan 80 hari tergantung jenis tanah. Penekanan dari Tim Ahli bahwa penerapan Teknologi Double Track mutlak sebagai ciri khas Program TJPS karena sudah diuji keberhasilannya sehingga tidak diragukan lagi untuk diterapkan oleh para petani.
Pada kesempatan tersebut Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dan kedepan akan terus dilakukan secara bersama-sama di tempat lain dan pada komoditi lain. Selain itu beliau juga meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk mengajak masyarakat sekitar agar menjaga ternak sapi mereka sehingga ternak2 tersebut tidak menjadi masalah saat tanaman jagung sudah tumbuh dan berkembang. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS menyampaikan terima kasih kepada rombongan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi beserta para Tim Ahli yang telah membantu memberikan memotivasi masyarakat di sekitar untuk bisa memanfaatkan lahan di musim kemarau guna memproduksi pangan bagi kebutuhan keluarga. Apabila hal ini bisa dilanjutkan oleh masyarakat sekitar maka ketersediaan pangan secara kontinyu akan bisa terwujud dan Program TJPS akan memberikan dampak positif bagi petani pelaksana Program.
Camat dan Kepala Desa juga merasa senang dengan adanya Program ini sehingga hamparan Bena yang biasanya di MT II jarang dimanfaatkan untuk bertani bisa dimanfaatkan sebagai sumber produksi pangan masyarakat terutama jagung. Semoga dengan adanya program ini maka ketersediaan pangan khusus masyarakat Desa Bena dan umumnya masyarakat Kecamatan Amanuban Selatan bisa terpenuhi.

Oleh : Jose De A. Freitas, S.Pt (Penyuluh Pertanian Madya Distan KP Prov. NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion