Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Gapoktan Muda Mandiri Launching Produk Tepung Jagung dan Olahannya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Berita Terbaru > Gapoktan Muda Mandiri Launching Produk Tepung Jagung dan Olahannya

Jumat 11 September 2020 merupakan hari bersejarah bagi Bapak Viktor begitu sapaan akrab Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Muda Mandiri serta 94 anggota Gapoktannya, karena produk tepung jagung dan aneka olahan pangan lokal produksi dari Gapoktan akhirnya diluncurkan setelah beberapa kali percobaan. Gapoktan Muda Mandiri merupakan Gapoktan Binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang. Gapoktan ini terletak di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang dan terdiri dari 5 Poktan (Kelompok Tani) yaitu Poktan Nusa Hijau, Fajar Pagi, Kalehi, Pokdale dan Poktan Viktory. Gapoktan ini mendapatkan bantuan dalam Program Pengembangan Industri Pangan Lokal atau PIPL dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sejak tahun 2019. Gapoktan Muda Mandiri mendapatkan bantuan berupa Mesin Pengolahan Tepung Jagung untuk mendukung program diversifikasi pangan lokal senilai 500 juta dan biaya operasionalnya.
Peluncuran Produk tepung Jagung dan olahannya yang dibuka oleh Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno, M.Si dan dihadiri jajaran Pemda Kabupaten Kupang dalam hal ini Sekertaris Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Para Pimpinan OPD Kabupaten Kupang serta disaksikan juga oleh Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT ini diawali dengan kunjungan Bupati Kupang ke Rumah produksi tepung jagung, demo produksi tepung jagung, launching gerai pengolahan tepung jagung, ramah tamah dan makan bersama pangan lokal.
Bupati Kupang berterimakasih serta mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Gapoktan Muda Mandiri untuk kepentingan pertanian. “Gapoktan tau apa yang harus dibuat sesuai dengan apa yang dibutuhkan”. Hal ini sejalan dengan program Bupati dan Wakil Bupati Kupang untuk membangun ekonomi dengan pola pengembangan ekonomi kerakyatan. Membangun dengan apa yang diberikan oleh masyarakat, apa yang dikerjakan oleh masyarakat dan dinikmati oleh masyarakat. Salah satu dari 5 program Bupati dan Wakil Bupati Kupang yaitu membangun secara revolusioner di Bidang Pertanian. Menurut beliau, apa yang dilakukan oleh Gapoktan Muda Mandiri adalah inti dari apa yang seharusnya dikerjakan dalam rangka untuk membangun di bidang pertanian secara revolusioner. Bupati Kupang pun bersyukur karena dari Program Tanam Jagung, Panen Sapi atau TJPS oleh Gubernur NTT Kabupaten Kupang mendapat sejumlah 2600 ha, dengan harapan masalah pangan di Kabupaten Kupang bisa diatasi. Dalam acara tersebut, Bupati Kupang meminta agar jika ada rapat atau kegiatan semua konsumsi diambil dari produk olahan Gapoktan Muda Mandiri dan mengingat bangunan rumah produksi tepung jagung yang dibangun swadaya oleh gapoktan belum layak sesuai laporan Sekertaris Gapoktan, maka akan dibantu dari APBD Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Penanggungjawab Kegiatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Paulus Ati, SP menyampaikan bahwa kegiatan launching ini didasari oleh semangat Gerakan Diversifikasi Pangan. Kabupaten Kupang didominasi hampir 90% petani dan komoditi andalannya adalah jagung sehingga dengan kegiatan ini, petani dapat merasakan potensi yang ada disini dan harapannya ke depan masayarakat dapat menghasilkan dalam kelompok dan dalam rumah tangga mereka biarpun kecil namun berkelanjutan. Gapoktan Muda Mandiri tetap dibimbing. Rencananya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang akan bekerjasama dengan UKM lain dan menjadikan Gapoktan Muda Mandiri sebagai tempat belajar bagi kelompok – kelompok lain dan mempromosikan semua produk yang dihasilkan dari Gapoktan Muda Mandiri.
Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang dan Perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi NTT serta Pendeta Nivlen Tari P. Tim Penggerak PKK berharap Gapoktan Muda Mandiri dapat menjadi mitra untuk kegiatan PKK dan dapat membangun toko khusus untuk produk tepung jagung dan olahannya serta bisa memproduksi produk – produk olahan yang lebih baik yang bisa dijual di dalam maupun di luar Provinsi NTT, sedangkan dari Pihak Gereja, Ibu Pendeta Nivlen pun mendukung apa yang dilakukan oleh Gapoktan Muda Mandiri, beliau berharap pengolahan jagung ini dapat meningkatkan perekonomian jemaatnya di saat curah hujan yang sedikit ini serta ke depan akan menggunakan pangan lokal dalam kegiatan – kegitan gereja. (enpb, sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion