Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kembangkan Sorgum, Gubernur NTT Jalin Kesepakatan Bersama dengan SEPASI

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Berita Terbaru > Kembangkan Sorgum, Gubernur NTT Jalin Kesepakatan Bersama dengan SEPASI

Jumat (16/10/2020), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Vicktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Sejati Petani Sorgum Indonesia (SEPASI) terkait pengembangan sorgum di NTT. Kegiatan ini sebagai tindaklanjut dari audiensi antara SEPASI dan Gubernur NTT pada tanggal 21 September lalu.
Lili Sutarsi Suradilaga selaku Ketua Umum SEPASI menjelaskan bahwa pihak mereka akan berperan dalam memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan dari hulu sampai ke hilir bagi kelompok tani mulai dari budidaya sampai pada pengolahan hasil oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam pengolahan produk sorgum. Kemudian selanjutnya akan dilakukan kerja sama dengan beberapa perangkat daerah terkait. Kesepakatan ini berlangsung selama 1 Tahun terhitung mulai tanggal penandatanganan kesepakatan bersama hari ini
Tahun 2020 NTT mendapat alokasi anggaran untuk kegiatan pengembangan sorgum di 14 kabupaten, yaitu Timor Tengah Utara, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. Total luas lahan yang akan di olah sebesar 2.840 Ha. Direncanakan untuk Tahun 2021 akan berkembang menjadi 3.350 Ha di 15 Kabupaten se-NTT
Gubernur NTT mendukung penuh pengembangan sorgum di NTT. “Kita ketahui bersama, permasalahan pertanian di NTT dari dulu sama, kita tanam berhasil, tapi ketika panen sering gagal. Nah sekarang jangan seperti itu lagi. Saya ingin kalian sebagai mentornya wajib dampingi terus dari awal tanam, hingga panen harus berhasil sehingga benar-benar selain menghasilkan profit bagi masyarakat, juga produk yang kita hasilkan dapat dikenal luas, go Internasional, “ ujar VBL pada audiensi sebelumnya bersama SEPASI.
“Karena itu saya mengharapkan pola-pola kerjasama ini tidak hanya bekerja secara formal di atas kertas tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja nyata dan tindak lanjut yang mampu memberikan kehormatan bagi kita sendiri, bagi Provinsi NTT dan bagi Bangsa dan Negara”pungkas VBL.
Besar harapan pada akhirnya nanti selain dapat dijadikan bahan pakan ternak, pembuatan pupuk , dan biofuel (bahan bakar dari tanaman), sorgum dapat menjadi salah satu bahan pangan pokok, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada beras.
Hadir pada saat penandatanganan ini para pimpinan/yang mewakili perangkat daerah terkait, diantaranya Kepala Biro Umum, Kepala Biro Kerja Sama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan disaksikan juga oleh Asisten I Setda Provinsi NTT.

By: Agnes_Staf Sub Bagian PDE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion