Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur
UPT PKDLHP

KEGIATAN TEKNIS OPERASIONAL

Adapun kegiatan teknis yang dilakukan oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan sebagai berikut:

1. Melaksanakan Pelayanan teknis dibidang perkebunan seperti:

  • Pelatihan Pembuatan bokasi/pupuk organic bagi masyarakat
  • Menyebarkan informasi mengenai budidaya tanaman perkebunan pada masyarakat
  • Menyebarkan informasi mengenai pasca panen komoditi perkebunan kepada masyarakat
  • Menyediakan benih tanaman perkebunan yang berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan
  • Memberikan percontohan pemeliharaan tanaman perkebunan pada masyarakat
  • Menyediakan komoditi perkebunan yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan lokasi kebun dinas

2. Mengembangkan dan menyediakan sarana perlindungan tanaman perkebunan dengan menggunakan agensia pengendali hayati yang ada pada laboratorium-laboratorium melalui kegiatan seperti:

  • Memberikan Informasi mengenai agensia pengendali hayati kepada masyarakat
  • Memberikan Informasi hama/penyakit pada tanaman perkebunan dan cara pengendaliannya menggunakan agen pengendali hayati kepada masyarakat
  • Mengembangkan dan menyediakan APH untuk pengendalian OPT tanaman perkebunan
  • Menerapkan teknologi-teknologi baru dalam pengendalian hama dan penyakit pada perkebunan
  • Memberikan pelatihancara pembuatan dan penggunaan agensia pengendali hayati untuk masyarakat dan atau petugas kabupatenuntuk digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman perkebunan
  • Membuat kebun contoh atau koleksi Agen Pengendali Hayati pada kebun masyarakat

3. Memberikan pelayanan jasa dan menarik retribusi sebagai penerimaan asli daerah melalui kegiatan penyewaan asrama dan aula kepada masyarakat dan instansi pemerintah.

Memberikan pelayanan jasa dan menarik retribusi sebagai penerimaan asli daerah melalui kegiatanpenyewaan asrama dan aula kepada masyarakat dan instansi pemerintah. Rata-rata Penerimaan Asli Daerah tiga tahun berturut-turut 2014, 2015 dan 2016 adalah sebesar : Rp.455.966.833,-

Rata-rata Target dan realisasi PAD UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan Tahun 2014, 2015 dan 2016
Tahun Penerimaan Asli Daerah Presentase (%)
Target (Rp) Realisasi (Rp)
2014 306.000.000,- 301.941.000,- 98,67
2015 306.000.000,- 577.400.000,- 188,71
2016 303.040.000,- 488.559.500,- 161,22
Rata-rata 455.966.833,-

A. Bentuk/Jenis barang atau jasa yang disediakan bagi masyarakat atau Perangkat Daerah lain

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan menyediakan baikbarang maupun jasa yang dapat digunakan oleh masyarakat maupun Perangkat Daerah lain.Penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat ini dilakukan secara terus menerus dengan volume sesuai beban kerja dari masing-masing unit penyedia barang dan jasa, namun penggunaan dari barang dan jasa ini tergantung dari keperluan masyarakat pengguna barang dan.Barang dan jasa dimaksud dapat dirincikan sebagai berikut:

1. Jasa asrama dan aula

Asrama tersedia sebanyak 21 unit kamar dengan daya tampung 80 orang, aula tersedia sebanyak 2 unit dengan daya tampung masing-masing 100 orang dan 60 orang. Asrama dan aula ini digunakan untuk melayani kepentingan internal Dinas Pertanian Povinisi NTT maupun pihak lainnya.

Penggunaan asrama dan aula ini berdasarkan permintaan/pesanan dari instasi pemerintah dan atau masyarakat yang memerlukan.

Gedung asrama dan aula baru


Gedung asrama baru


Gedung asrama lama


Fasilitas kamar asrama

2. Benih kakao

Benih kakao dihasilkan oleh kebun dinas waikadada di Kabupaten Sumba Barat Daya

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Waikadada 6.634 1.590 2.385
Jumlah 6.634 1.590 2.385

Tanaman pohon induk kakao pada kebun dinas Waikadada


Panen benih kakao pada kebun dinas Waikadada

3. Jambu mente

Komoditi jambu mente dihasilkan oleh kebun dinas Wairklau di Kabupaten Sikka, kebun dinas Anakoli di Kabupaten Nagekeo dan kebun dinas Hameli di kabupaten Sumba Barat Daya, dapat dlihat pada tabel berikut:

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Wairklau 5
2 Anakoli 778 164 984
3 Hameli 484 294 876
Jumlah 1.267 458 1.860

Kebun Dinas Hameli Kabupaten Sumba Barat Daya

4. Kelapa

Komoditi Kelapa dihasilkan oleh kebun dinas Wairklau di Kabupaten Sikkadan Kebun Dinas Hameli di Kabupaten Sumba Barat Daya

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Wairklau 234 223 10.035
2 Hameli 265 255 11.475
Jumlah 499 478 21.510

Tanaman Kelapa di Kebun Dinas Wairklau

5. Kakao

Komoditi kakao dihasilkan oleh kebun dinas Detubapa di Kabupaten Ende dan kebun dinas Hameli di Kabupaten Sumba Barat Daya

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Detubapa 107 97 291
2 Hameli 205
Jumlah 312 97 291

6. Cengkeh

Komoditi cengkeh dihasilkan oleh kebun dinas Otvai dan Mainang di Kabupaten Alor ,kebun dinas Eban di Kabupaten TTU, kebun dinas Detubapa di kabupaten Ende

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Otvia 375 345 1.725
2 Mainang 90 7 35
3 Eban 450 180 540
4 Detubapa 201 200 1400
Jumlah 1.116 732 3.672

Kebun Dinas Mainang (Kab.Alor)


Pembersihan kebun oleh petugas di kebun Dinas Otvai


Tanaman Cengkeh di kebun dinas Eban

7. Kopi

Komoditi kopi dihasilkan oleh kebun dinasMainang di kabupaten Alor, kebun dinas Detubapa di kabupaten Ende, kebun dinas Pinis di kabupaten Mangarai Timur dan kebun dinas Roe di Kabupaten Manggarai Barat

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Mainang 961 381 571,5
2 Detubapa 1.791 1.791 2.776,05
3 Pinis 1.412 255 382,5
4 Roe 77 70 105
Jumlah 4.241 2.497 3.835,05

Tanaman kopi di Kebun Dinas Pinis

8. Jeruk Keprok Soe

Komoditi ini dihasilkan oleh kebun dinas Eban di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Kebun Dinas Jumlah Tanaman (Pohon) Tanaman Menghasilkan (Pohon) Produksi (Kg/tahun)
1 Eban 190 30 50
Jumlah 190 30 50

Tanaman jeruk Keprok Soe di Kebun Dinas Eban

9. Agen Pengendali Hayati (APH) Beauveria bassiana

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di laboratorium lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang dan laboratorium lapangan (LL) Sikka di Kabupaten Sikka produksi pertahunnya dapat dilihat pada tabel berikut. Produksi APH ini disesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan. Pesanan inibiasanya dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 LL Kupang 1.000
2 LL Sikka 300
Jumlah 1.300

Gedung Laboratorium Lapangan Kupang


Peralatan laboratorium pada Laboratorium Lapangan


Tampak depan Laboratorium Lapangan Sikka


Peralatan pada laboratorium lapangan Sikka

10. Agen Pengendali Hayati (APH) Metharizium anisopliae

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di laboratorium lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang, produksi pertahunnya dapat dilihat pada tabel berikut. Produksi APH Metarhiziumanisopliae ini disesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 LL Kupang 1.000
Jumlah 1.000

11. Agen Pengendali Hayati (APH) Trichoderma Harzianum

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di laboratorium lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang dan laboratorium lapangan (LL) Sikka di Kabupaten Sikka terlihat ada tabel berikut. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 LL Kupang 1.000
2 LL Sikka 500
Jumlah 1.500

12. Agen Pengendali Hayati (APH) Baculovirus

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Baumata di kabupaten Kupang dan sub laboratoium hayati Lamboya di kabupaten Sumba Barat besaran produksinya terlihat pada tabel berikut. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 Sub.Lab Hayati Baumata 1.000
2 Sub.Lab. Hayati Lamboya 300
Jumlah 1.300

Gedung Sub Lab. Hayati Lamboya


Gedung Sub Lab.Hayati Baumata

13. Agen Pengendali Hayati (APH) Tetrastichoides

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ndona di kabupaten Ende dan sub laboratoium hayati Nitta di kabupaten Sikka dapat dilihat pada tabel barikut. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 Sub.Lab Hayati Ndona 1.500
2 Sub.Lab. Hayati Nitta 1.500
Jumlah 3.000

Gedung sub Lab. Hayati Ndona


Gedung sub Lab.Hayati Nitta

14. Agen Pengendali Hayati (APH) Chilocorus

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ende di kabupaten Ende dapat dilihat pada tabel berikut. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 Sub.Lab Hayati Ende 300
Jumlah 300

[INSERT IMAGE HERE]

15. Agen Pengendali Hayati (APH) Chelonus

Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ende di kabupaten Ende, sub lab.Hayati Nangaroro di Kabupaten Nagekeo dan sub lab, Hayati Waibela di Kabupaten Ngada, dapat dilihat pada tabel berikut. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan. Sementara waktu APH yang diproduksi di laboratorium dilepas kembali karena belum ada permintaan dan untuk menjaga ketersediaannya dilapangan

No Laboratorium Produksi Produksi (Kg/tahun)
1 Sub.Lab Hayati Ende 50
2 Sub.Lab Hayati Nanggoro 50
3 Sub.Lab Hayati Waibela 50
Jumlah 150

Sub Lab. Hayati Waibela


Papan nama Sub Lab. Hayati Nangaroro

B. Kontribusi dan manfaat langsung dan nyata kepada masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan memberikan kontribusi dan manfaat yang langsung kepada masyarakat melalui 11(sebelas) unit kebun dinas yang tersebar pada 9 (Sembilan) kabupaten, Laboratorium Lapangan sebanyak 2 (dua) unit dan sub laboratorium hayati sebanyak 7(tujuh) unit yang tersebar di 6 (enam) Kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan,mempercepat dan menekan biaya agar menjadi lebih murahsehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan namun jauh dari UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan dapat merasakan langsung manfaat dari setiap Unit Kebun Dinas dan Laboratorium yang ada dilokasinya.

Layanan yang diberikan oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan melalui kebun dinas dan laboratorium yang tersebar di kabupaten-kabupaten merupakan layanan pemerintah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun 11 unit kebun dinas dan 9 unit laboratorium dimaksud dapat dilihat pada tabel 15 dan tabel 16dibawah ini:

No Nama Kebun Dinas Kabupaten Luas Areal (Ha) Jenis Komoditi
1 Etban TTU 4 Cengkeh, jeruk keprok
2 Otvai Alor 2,32 Cengkeh dan Kopi
3 Mainang Alor 2
4 Wairklau Sikka 4,5 Kelapa dan Jambu mente
5 Detubapa Ende 4,4 Cengkeh,Kakao dan Kopi
6 Anakoli Nagekeo 52,7 Jambu mete
7 Pinis Manggarai Timur 4,8 Cengkeh dan kopi
8 Roe Manggarai Barat 11,35 Cengkeh dan kopi
9 Hameli Sumba Barat Daya 4 Jambu mente, kelapa, kakao
10 Waikadda Sumba Barat Daya 8,6 Kakao
11 Lewa Sumba Timur 15
Jumlah 113,67

Dengan adanya kebun dinas maka masyarakat setempat mendapatkan kontribusi sebagai berikut:

  • Pelatihan Pembuatan bokasi/pupuk organik
  • Informasi mengenai budidaya tanaman perkebunan
  • Informasi mengenai pasca panen komoditi perkebunan
  • Benih kakao yang berkualitas
  • Percontohan pemeliharaan tanan perkebunan
  • Akses komoditi perkebunan yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan lokasi kebun dinas yang ada

Manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya kebun dinassebagai berikut:

  • Masyarakat dapat membuat sendiri pupuk organik/ bokasi untuk dipergunakan pada lahan pertanian mereka.
  • Masyarakat dapat menerapkan cara budidaya dan pasca panen tanaman perkebunan pada kebun mereka.
  • Masyarakat dapat memperoleh benih kakao yang berkualitas.
  • Masyarakat dapat memperolehhasil perkebunan yang dibutuhkan oleh mereka.
No Nama Laboratorium Lokasi APH yang diproduksi
1 Laboratrium Lapangan Kota Kupang Trichoderma,Metharizium,Beauveria
2 Sub Lab. Hayati Bamata Kab. Kupang Bacuovirus
3 Sub Lab. Hayati Ndona Kab. Ende Tetrastichoides
4 Sub Lab. Hayati Ende Kab. Ende Chilocorus dan chelonus
5 Sub Lab. Hayati Nitta Kab. Sikka Tetrastichoides
6 Sub Lab. Hayati Nangaroro Kab. Nagekeo Chelonus
7 Sub Lab. Hayati Waebela Kab. Ngada Chelonus
8 Sub Lab. Hayati Lamboya Kab. Sumba Barat Baculovius
9 Laboratorium Lapangan Kab. Sikka Trichoderma,Beauveria

Dengan ditempatkannya laboratorium lapangan dan sub lab. Hayati pada daerah/kabupaten maka masyarakat dan atau penyelenggara pemerintahsetempat mendapatkan kontribusi sebagai berikut:

  • Informasi mengenai agensia pengendali hayati
  • Informasi hama/penyakit pada tanaman perkebunan dan cara pengendaliannya
  • Pelatihan pembuatan agensia pengendali hayati yang dapat digunakan untuk pengendalian hama mapun penyakit yang ada pada tanaman perkebunan bagi masyarakat dan atau petugas kabupaten
  • Pembuatan kebun contoh/koleksi APH pada kebun masyarakat

Sedangkan masyarakat dan atau penyelenggara pemerintah mendapatkan manfaat dari ditempatkannya laboratorium lapangan dan sub lab. Hayati pada daerah/kabupaten setempat sebagai berikut:

  • Masyarakat memahami tentang agensia pengendali hayati
  • Masyarakat mengetahui hama/penyakit yang menyerang tanaman perkebunannya
  • Masyarakat dapat membuat dan mengaplikasikan sendiri agensia pengendali hayati
  • Masyarakat dapat menghasilkan produk perkebunan yang bebas dari penggunaan pestisida kimiawi
  • Terkendalinya hama/penyakit pada kebun masyarakat
  • Peningkatan produksi tanaman perkebunan yang bermuara pada Peningkatan taraf hidup masyarakat

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan juga memberikan kontribusi dan manfaat dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui Penerimaan Asli Daerah(PAD) yang diberikan dari hasil pengelolaan aset-aset yang ada.Kontribusi PAD yang diberikan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Rata-rata Target dan realisasi PAD UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan Tahun 2014, 2015 dan 2016
No Tahun Penerimaan Asli Daerah Presentase (%)
Target (Rp) Realisasi (Rp)
2014 306.000.000,- 301.941.000,- 98,67
2015 306.000.000,- 577.400.000,- 188,71
2016 303.040.000,- 488.559.500,- 161,22
Rata-rata 455.966.833,-

C. Standard Operasional Prosedur (SOP)

Pelayanan teknis operasional pada UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan telah menerapkan standard operasional prosedur dalam melayani masyarakat. SOP ini diterapkan pada unit-unit pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Pembuatan SOP ini dengan maksud meningkatkan hasil dan mutu pelayanan kepada masyarakat agar lebih maksimal. Adapun SOP dari masing-masing unit pelayanan teknis operasioal sebagai berikut:

Kebun dinas

SOP pada kebun Dinassebagi berikut:

  • SOP Pelayanan Benih Kakao

Laboratorium Hayati Perkebunan

Laboratorium Hayati Perkebunan berada pada seksi Agensia Hayati dan Biopestisida.SOP pada Laboratorium sebagai berikut:

  • SOP Pelayanan Biopestisida dan Agensia Pengendali Hayati

Asrama dan Aula

SOP pada asrama dan aula sebagai berikut:

  • Pengelolaan Asrama dan Aula
© 2018 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion