Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur
KELEMBAGAAN

UPT PERBENIHAN, KEBUN DINAS DAN LABORATORIUM HAYATI PERKEBUNAN

Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui UP Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan dengan aset berupa 11 unit kebun dinas yang tersebar pada 9 kabupaten, 9 unit laboratorium yang tersebar pada 6 kabupaten serta asrama yang dilengkapi dengan 2 aula. Aset-aset ini menjadi perpanjangan tangan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam memberikan pelayanan teknis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan tanaman perkebunan.

Kebun-kebun dinas memberikan pelayanan teknis kepada masyarakat berupa penyediaan benih/bibit yang berkualitas, percontohan pemeliharaan tanaman perkebunan, meyebarkan informasi budidaya tanaman perkebunan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Pelayanan teknis yang diberikan ini bermuara pada peningkatan produksi tanaman perkebunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Pelayanan teknis kepada masyarakat juga diberikan oleh laboratorium-laboratorium dengan cara mengembangkan dan menyediakan agen pengendali hayati(APH) untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman perkebunanyang aman bagi lingkungan, memberikan informasi mengenai agensia pengendali hayati, hama dan penyakit tanaman perkebunan,  malakukan  pelatihan  cara  pembuatan  dan  penggunaan agensia  pengendali hayati (APH),  menerapkan  teknologi-teknologi baru APH  dalam  pengendalian  hama penyakit  tanaman. Pelayanan teknis yang diberikan ini bertujuan untuk meningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan serta mutu hasil perkebunan yang bebas dari residu bahan kima beracun sehinga nantinya mampu bersaing di tingkatnasional dan internasional.

Aset berupa asrama dan aula terdiri dari 21 unit kamar dan 2 unit aula telah memberikan layanan jasa penginapan dan tempat untuk rapat, pertemuan dan pelatihan dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat ataupun instansi pemerintah.Dari jasa yang diberikan aset ini mendukungPendapatan Asli Daerah Provinsi NTT.

Pada tahun 2016 UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan yang mengelola 11 kebun dinas dengan total luasan sebesar 113,67 Ha dan 9 unit laboratorium yang ada beserta asrama dan aula telah memberikan kontribusi Penerimaan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui dinas Pertanian Provinsi NTT sebesar Rp.488.559.500,-.

Tujuan

Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan maka perlu didukung dengan teknologi-teknologi budidaya, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan pasca panen. Teknologi-teknologi ini terus berkembang setiap saat sehingga perlu adanya unit yang melaksanakan pelayanan yang bersifat teknis operasional yang langsung   bersentuhan   dengan   masyarakat   sehingga   dapat   membantu   masyarakat menghadapi kendala-kendala yang dihadapi dilapangan dengan meggunakan teknologi- teknologi baru yang ada.

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan ini bertujuan untuk mendekatkan  pelayanan  yang bersifat  teknis  operasional Dinas  Pertanian  Provinsi  NTT yangakan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat dan   meningkatkan pelayanan dari setiap aset pemerintah yang ada, selain itu juga menjawab keperluan masyarakat akan suatu  pelayanan  yang  bersifat  teknis  operasional  untuk  mengatasi permasalahan  pada tanaman perkebunan mereka.

 

KEGIATAN TEKNIS OPERASIONAL

Adapun kegiatan teknis yang dilakukan oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan sebagai berikut:

  1. Melaksanakan Pelayanan Teknis di bidang perkebunan seperti:
    – Pelatihan Pembuatan bokasi/pupuk organic bagi masyarakat
    – Menyebarkan informasi mengenai budidaya tanaman perkebunan pada masyarakat 
    – Menyebarkan informasi mengenai pasca panen komoditi perkebunan kepada masyarakat
    – Menyediakan benih tanaman perkebunan yang berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan
    – Memberikan percontohan pemeliharaan tanaman perkebunan pada masyarakat
    – Menyediakan komoditi perkebunan yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan lokasi kebun dinas
  2. Mengembangkan dan menyediakan sarana perlindungan tanaman perkebunan dengan menggunakan agensia pengendali hayati yang ada pada laboratorium-laboratorium melalui kegiatan seperti ini:
    – Memberikan informasi mengenai agensia pengendali hayati kepada masyarakat
    – Memberikan informasi hama/penyakit pada tanaman perkebunan dan cara pengendaliannya menggunakan agen pengendali hayati kepada masyarakat
    – Mengembangkan dan menyediakan APH untuk pengendalian OPT tanaman perkebunan
    – Menerapkan teknologi-teknologi baru dalam pengendalian hama dan penyakit pada perkebunan
    – Memberikan pelatihan cara pembuatan dan penggunaan agensia pengendali hayati untuk masyarakat dan atau petugas kabupaten untuk digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman perkebunan
    – Membuat kebun contoh atau koleksi Agen Pengendali Hayati pada kebun masyarakat 
  3. Memberikan pelayanan jasa dan menarik retribusi sebagai penerimaan asli daerah melalui kegiatan penyewaan asrama dan aula kepada masyarakat dan instansi pemerintah.
    Rata-rata penerimaan asli daerah tiga tahun berturut-turut 2014, 2015, dan 2016 adalah sebesar Rp. 455.966.833,-

 

 

 

Bentuk/Jenis Barang atau Jasa yang disediakan bagi masyarakat atau perangkat daerah lain.

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan menyediakan baik barang maupun jasa yang dapat digunakan oleh masyarakat maupun Perangkat Daerah lain. Penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat ini dilakukan secara terus-menerus dengan volume sesuai beban kerja dari masing-masing unit penyedia barang dan jasa, namun penggunaan dari barang dan jasa ini tergantung dari keperluan masyarakat pengguna barang dan jasa. Barang dan jasa dimaksud dapat dirincikan sebagai berikut:

  1. Jasa Asrama dan Aula
    Asrama tersedia sebanyak 21 unit kamar dengan daya tampung 80 orang, aula tersedia sebanyak 2 unit dengan daya tampung masing-masing 100 orang dan 60 orang. Asrama dan aula ini digunakan untuk melayani kepentingan internal Dinas Pertanian Povinisi NTT maupun pihak lainnya. Penggunaan asrama dan aula ini berdasarkan permintaan/pesanan dari instasi pemerintah dan atau masyarakat yang memerlukan.
  2. Benih Kakao
    Benih kakao dihasilkan oleh kebun dinas waikadada di Kabupaten Sumba Barat Daya, dapat dilihat pada tabel berikut:

  3. Jambu Mente
    Komoditi jambu mente dihasilkan oleh kebun dinas Wairklau di Kabupaten Sikka, kebun dinas Anakoli di Kabupaten Nagekeo dan kebun dinas Hameli di kabupaten Sumba Barat Daya, dapat dilihat pada tabel berikut:

  4. Kelapa
    Komoditi Kelapa dihasilkan oleh kebun dinas Wairklau di Kabupaten Sikkadan Kebun Dinas Hameli di Kabupaten Sumba Barat Daya, dapat dilihat pada tabel berikut:

  5. Kakao
    Komoditi kakao dihasilkan oleh kebun dinas Detubapa di Kabupaten Ende dan kebun dinas Hameli di Kabupaten Sumba Barat Daya, dapat dilihat pada tabel berikut:
  6. Cengkeh
    Komoditi cengkeh dihasilkan oleh kebun dinas Otvai dan Mainang di Kabupaten Alor, kebun dinas Eban di Kabupaten TTU, kebun dinas Detubapa di kabupaten Ende, dapat dilihat pada tabel berikut:

  7. Kopi
    Komoditi kopi dihasilkan oleh kebun dinasMainang di kabupaten Alor, kebun dinas Detubapa di kabupaten Ende, kebun dinas Pinis di kabupaten Mangarai Timur dan kebun dinas Roe di Kabupaten Manggarai Barat, dapat dilihat pad tabel berikut:

  8. Jeruk Keprok So’e
    Komoditi ini dihasilkan oleh kebun dinas Eban di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dilihat  pada tabel berikut:

  9. Agens Pengendali Hayati (APH) Beauveria Bassiana
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di Laboratorium Lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang dan Laboratorium Lapangan (LL) Sikka di Kabupaten Sikka produksi pertahunnya dapat dilihat pada tabel di bawah.  Produksi APH  ini disesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan. Pesanan ini biasanya dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.


  10. Agens Pengendali Hayati (APH) Metharizium Anisopliae
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di Laboratorium Lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang, produksi pertahunnya dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH Metarhizium Anisopliae ini disesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.


  11. Agens Pengendali Hayati (ApH) Trichoderma Harzianum
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di Laboratorium Lapangan (LL) Kupang di Kota Kupang dan Laboratorium Lapangan (LL) Sikka di Kabupaten Sikka terlihat ada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.


  12. Agens Pengendali Hayati (APH) Baculovirus
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Baumata di kabupaten Kupang dan sub laboratoium hayati Lamboya di Kabupaten Sumba Barat besaran produksinya terlihat pada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.

  13. Agens Pengendali Hayati (APH) Tetrastichoides
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ndona di kabupaten Ende dan sub laboratoium hayati Nitta di kabupaten Sikka dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH  ini menyesuaikan dengan pesanan yang diterima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.

  14. Agens Pengendali Hayati (APH) Chilocorus
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ende di kabupaten Ende dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH  ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan.
  15. Agens Pengendali Hayati (APH) Chelonus
    Agensia pengendali hayati ini diproduksi di sub laboratorium hayati Ende di kabupaten Ende, sub lab.Hayati Nangaroro di Kabupaten Nagekeo dan sub lab, Hayati Waibela di Kabupaten Ngada, dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini. Produksi APH ini menyesuaikan dengan pesanan yang di terima oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan baik yang berasal dari masyarakat maupun perangkat daerah lain yang membutuhkan. Sementara waktu APH yang diproduksi di laboratorium dilepas kembali karena belum ada permintaan dan untuk menjaga ketersediaannya di lapangan.


Kontribusi dan manfaat langsung dan nyata kepada masyarakat dan penyelenggara pemerintahan

UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan memberikan kontribusi dan manfaat yang langsung kepada masyarakat melalui 11 (sebelas) unit kebun dinas yang tersebar pada 9 (Sembilan) kabupaten, Laboratorium Lapangan sebanyak 2 (dua) unit dan sub laboratorium hayati sebanyak 7(tujuh) unit yang tersebar di 6 (enam) Kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan, mempercepat dan menekan biaya agar menjadi lebih murah sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan namun jauh dari UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan dapat merasakan langsung manfaat dari setiap Unit Kebun Dinas dan Laboratorium yang ada dilokasinya.

Layanan yang diberikan oleh UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan melalui kebun dinas dan laboratorium yang tersebar di kabupaten-kabupaten merupakan layanan pemerintah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun 11 unit kebun dinas dan 9 unit laboratorium dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Dengan adanya kebun dinas maka masyarakat setempat mendapatkan kontribusi sebagai berikut:

a. Pelatihan Pembuatan bokasi/pupuk organik
b. Informasi mengenai budidaya tanaman perkebunan
c. Informasi mengenai pasca panen komoditi perkebunan
d. Benih kakao yang berkualitas
e. Percontohan pemeliharaan tanan perkebunan
f. Akses komoditi perkebunan yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai  dengan lokasi kebun dinas yang ada.

Manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya kebun dinassebagai berikut:

–   Masyarakat dapat membuat sendiri pupuk organik/ bokasi untuk dipergunakan pada lahan pertanian mereka.

–   Masyarakat dapat menerapkan cara budidaya dan pasca panen tanaman perkebunan pada kebun mereka.

–   Masyarakat dapat memperoleh benih kakao yang berkualitas.

–   Masyarakat dapat memperolehhasil perkebunan yang dibutuhkan oleh mereka.

Nama Laboratorium, Lokasi dan APH yang diproduksi:

Link Terkait

© 2018 Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion