Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur
KELEMBAGAAN

UPT PROTEKSI TANAMAN

Proteksi atau perlindungan tanaman pertanian pada hakekatnya adalah suatu rangkaian kegiatan untuk mencegah atau mengurangi kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama, penyakit maupun gulma dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) melalui upaya pencegahan, pengendalian dan eradikasi, yang berazaskan efektifitas, efisiensi dan keamanan terhadap manusia, sumber daya alam, dan lingkungan hidup sehingga diharapkan dapat mempertahankan dan memantapkan produksi pada taraf optimal, baik kualitas, kuantitas dan kotinyuitas dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan melalui pelestarian kemampuan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Pencapaian produksi pertanian tidak terlepas dari gangguan sistem produksi yang dialami di lapangan. Berbagai gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) sering mengakibatkan kerugian hasil yang cukup besar. Dengan semakin berkembangnya kesadaran manusia terhadap bahaya penggunaan pestisida kimiawi/ sintetis terutama bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia, maka pengendalian OPT mengedepankan pengendalian secara preemtif dengan menerapkan prinsip-prinsip PHT yang mengutamakan penerapan budidaya tanaman sehat, pengamatan rutin, pelestarian musuh alami dan petani sebagai ahli PHT. Apabila dalam pelaksanaan pengamatan pertanaman terjadi peningkatan serangan OPT yang tidak dapat diatasi dengan cara preemtif maka dilaksanakan pengamanan dengan cara responsif menggunakan bahan kimia secara bijaksana dengan kaidah 6 tepat.

Perlindungan tanaman merupakan suatu cara pendekatan atau cara berpikir pertimbangan ekologi dan ekonomi melalui pengamanan produksi tanaman yang berwawasan lingkungan berkelanjutan. Pelaksanaan perlindungan tanaman ditujukan guna mencegah terjadinya pengurangan produksi tanaman sehingga upaya tersebut penting dilaksanakan dengan cara memadukan semua teknik yang kompatibel dengan pertimbangan spesifik lokasi dan keamanan lingkungan agar dapat memberikan hasil optimal.

Pencapaian produksi pertanian tidak terlepas dari gangguan sistem produksi yang dialami di lapang. Berbagai gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) sering mengakibatkan kerugian hasil yang cukup besar. Dengan semakin berkembangnya kesadaran manusia terhadap bahaya penggunaan pestisida kimiawi/ sintetis terutama bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia, maka pengendalian OPT mengedepankan pengendalian secara preemtif dengan menerapkan prinsip-prinsip PHT yang mengutamakan penerapan budidaya tanaman sehat, pengamatan rutin, pelestarian musuh alami dan petani sebagai ahli PHT. Apabila dalam pelaksanaan pengamatan pertanaman terjadi peningkatan serangan OPT yang tidak dapat diatasi dengan cara preemtif maka dilaksanakan pengamanan dengan cara responsif menggunakan bahan kimia secara bijaksana dengan kaidah 6 tepat.

Link Terkait

© 2018 Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion