Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

SERTIFIKASI BENIH TANAMAN KELAPA DALAM

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur > Blog > Uncategorized > SERTIFIKASI BENIH TANAMAN KELAPA DALAM

Di Indonesia, tanaman kelapa tersebar luas hampir diseluruh kepulauan Nusantara dan diusahakan mulai dari pekarangan sampai perkebunan besar. Sampai tahun 2015, varietas kelapa yang sudah dilepas sabanyak 31 (tiga puluh satu ) varietas yang terdiri dari kelapa dalam, kelapa genjah dan kelapa hibrida. Ketersediaan benih kelapa dari varietas yang sudah dilepas masih belum mencukupi untuk pengembangan kelapa. Dukungan penyediaan benih secara berkesenimbungan baik kualitas maupun kuantitas perlu terus dilakukan melalui proses sertifikasi benih kelapa sebelum diedarkan ke petani/konsumen.
Sertifikasi benih dilakukan oleh UPT Pusat dan UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pengawasan dan sertifikasi benih atau produsen benih yang telah mendapat sertifikat dari lembaga sertifikasi system mutu. Sertifikasi oleh UPT Pusat atau UPTD Provinsi dilakukan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman).
Ada 4 (empat) Sertifikasi benih Kelapa Dalam :
1. Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran
2. Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Polibeg
3. Sertifikasi Benih Kelapa Tanpa Polibeg
4. Sertifikasi Benih Kelapa melalui Teknik Kultur Jaringan

Sertifikasi Benih Kelapa Dalam dilakukan dengan mekanisme sertifikasi sebagai berikut :
1. Pemeriksaan Administrasi / Dokumen yang meliputi
a.Surat permohonan sertifikasi
b.Izin Usaha Produksi Benih/Rekomendasi sebagai produsen benih
c.SK Penetapan kebun induk dan pohon induk (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran)
d.SK penetapan blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran)
e.Dokumentasi status kepemilikan kebun induk/BPT (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran)
f.Dokumentasi pelaksanaan waktu panen (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran)
g.Sertifikat Mutu Benih dalam bentuk butiran (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Polibeg dan Tanpa Polibeg)
h.Status kepemilikan kebun pembibitan (Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Polibeg dan Tanpa Polibeg)
i.Dokumen SDM yang dimiliki
j.Rekaman pemeliharaan kebun

2. Pemeriksaan teknis dan lapangan
a. Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Butiran :
Pemeriksaan teknis atau lapangan dilakukan terhadap umur benih, air buah, berat buah, daya kecambah, lama
penyimpanan benih, kulit buah dan kesehatan benih dengan kriteria berikut :
Kriteria dan Standar
1. Umur Benih ≥ 11 bulan, matang fisiologis ditandai dengan sudah ada totol totol berwarna coklat dikulit
buah (30 – 60 %)
2. Air Buah Berbunyi nyaring jika di guncang
3. Berat Buah :
-Kelapa Dalam ≥ 1.500 gram per butir
-Kelapa Genjah ≥ 750 gram per butir
4. Lama Penyimpanan Benih ≤ 1 bulan pada suhu kamar dengan sirkulasi udara yang baik
5. Kulit Buah tidak keriput
6. Kesehatan bebas hama dan penyakit utama
Keterangan : Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh benih dengan jumlah sampel yang ambil secara acak 50 butir
untuk setiap 10.000 benih.
b.Sertifikasi Benih Kelapa Dalam Polibeg

Pemeriksaan teknis atau lapangan dilakukan terhadap umur benih, tinggi benih, jumlah daun, warna daun, kesehatan
benih, ukuran polibeg, dan warna polibeg dengan kriteria sebagai berikut:

1. Umur Benih 4 – 12 Bulan
2. Tinggi Benih :
-Kelapa Dalam Minimal 50 cm
-Kelapa Genjah Minimal 40 cm
3. Jumlah Daun ≥ 4 helai
4. Warna Daun Hijau
5. Kesehatan Bebas Hama dan Penyakit
6. Ukuran Polibeg Minimal 40 cm x 50 cm
7. Warna Polibeg Hitam
c. Sertifikasi Benih Kelapa Tanpa Polibeg
Pemeriksaan teknis atau lapangan dilakukan terhadap umur benih, tinggi benih, jumlah daun, warna daun, kesehatan
benih dengan kriteria sebagai berikut :
Kriteria dan Standar
1. Umur Benih 4 – 12 Bulan
2. Tinggi Benih :
-Kelapa Dalam Minimal 50 cm
-Kelapa Genjah Minimal 40 cm
3. Jumlah Daun ≥ 4 helai
4. Warna Daun Hijau
5. Kesehatan Bebas Hama dan Penyakit

d.Sertifikasi Benih Kelapa Melalui Teknik Kultur Jaringan
Sertifikasi benih kelapa asal kultur jaringan dilakukan melalui tahapan pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan
lapangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan 3 (tiga) fase pertumbuhan tanaman yaitu planlet, benih pasca
aklimatisasi dan benih siap salur.
1.Pemeriksaan terhadap planlet
a.Pemeriksaan dokumen SOP dan dokumen produksi planlet serta sarana laboratorium
b.Pemeriksaan laboratorium, tahapan kerja pada pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
1. Memeriksa dan mengamati kebenaran asal usul planlet, keragaan dan konisi planlet
2. Memeriksa dan menghitung jumlah benih dalam bentuk planlet berdasarkan surat permohonan
3. Memeriksa ruang kultur dilaboratorium
4. Memeriksa keragaan dan menghitung jumlah benih dalam bentuk planlet
2. Pemeriksaan terhadap benih pasca aklimatisasi dan benih siap salur.
Tahapan kerja pada pemeriksaan lapangan sebagai berikut :
a.Memeriksa dan mengamati kebenaran varietas, keragaan dan kondisi benih
b.Memeriksa dan menghitung jumlah benih berdasarkan surat poermohonan
c.Menetapkan bedeng contoh (10% dari jumlah bedengan)
d.Menetapkan petak contoh yaitu 1 m² dari setiap bendeg contoh
e.Tanaman yang diamati adalah 10% dari jumlah benih dalam petak contoh.
f.Memeriksa dan menghitung tanaman contoh, melalui pertumbuhan tanaman (normal/tipe simpang/kerdil/mati) dan
keragaan (jumlah daun, tinggi benih), jumlah daun yang dihitung adalah hanya daun normal, tinggi benih
diukur dari pangkal batang sampai pucak tertinggi.
3.Pembuatan laporan hasil pemeriksaan
Setelah pemeriksaan administrasi dan lapangan, Pengawas Benih Tanaman menyusun laporan hasil pemeriksaan
teknis atau lapangan dan disampaikan kepada Kepala UPT Pusat / UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan
fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan.
4.Penerbitan sertifikat mutu benih
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan PBT, Kepala UPT Pusat / UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan
fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan menerbitkan sertifikat mutu benih dalam bentuk
butiran, sertifikat mutu benih siap salur, sertifikat mutu benih kultur jaringan untuk benih yang dinyatakan
layak sebagai benih sebar.
Dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Benih Kelapa Dalam Unggul dapat diambil dari Kabupaten Flores Timur, Sikka sedangkan benih kelapa dalam unggul local dapat diambil dari Kabupaten Sumba Timur, Ended an Alor.

Penulis : Yeany M. Bara Mata, SP
PBT Ahli Muda

Sumber : Kepmentan RI Nomor 81/Kpts/KB.020/5/2019 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kelapa

de..2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2021 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, All rights reserved. Powered by Webtocrat Motion